Kamis, 10 Januari 2013

Cerpen " RINDUKU KENANGANKU "



         

               Cahaya keemasan matahari dan hembusan angin sore membuat daun-daun kecil berguguran di pinggir danau dan menyilaukan pandanganku pada secarik kertas di depanku. Hari-hariku terasa menyenangkan ,boleh dikatakan aku gemar menyanyi di tempat-tempat yang menurutku indah dan tenang. Apalagi dengan seorang sahabat, membuat hidupku lebih berarti.
               Dari kejauhan terdengar alunan biola nan merdu semakin mendekati gendang telingaku. Alunan merdu itu membuatku semakin penasaran.
               “Ya sudahlah, mungkin hanya perasaanku saja”
* * *
Pulang petang menjadi hal yang biasa bagi vita . Seorang gadis tomboy berambut hitam panjang yang selalu di kuncir ke atas. Dia selalu bermain basket letaknya di samping rumahnya, setelah pulang dari les. Dengan mengusap keringat di pipinya dia bergegas menyusuri komplek rumahnya dengan perasaan takut karena selalu pulang telat.
Pada waktu yang bersamaan,
aku meletakkan sepeda ke garasi dan aku melihat Vita .
               “
Vita,vita dari mana saja kamu?
               “Aku mencarimu! Kata
ku
               “Aku main basket di tempat biasa, di
samping rumahku.Ma’af, udah buatmu khawatir.”
               “Entahlah…Sudah dulu ya, bau banget nih.
               “Huuhh,, dasar cewek
tomboy , aku dicuekin lagi…! Aku kesal
* * *
Vita segera membersihkan dirinya karena takut ibunya marah. Ibunya pun heran melihat tingkah anak semata wayangnya itu. Sifat keras kepala Vita yang biasanya tampak, namun kala itu hati tomboynya bisa luluh dengan rasa bersalahnya. Ketika ia duduk di atas kursi yang tinggi sambil mengamati indahnya malam. Tiba-tiba ia merasakan sakit pada badannya, perutnya nyeri dan nafasnya terasa sesak. Vita bingung dengan apa yang dia rasakan dan tiba-tiba ia terjatuh dari kursi tingginya, mencoba mengendalikan diri untuk bangkit ke tempat tidur dan beristirahat.
* * *
Teriknya mentari dan angin sepoi-sepoi yang dirasakan di bawah pohon nan rindang, membuat ku  hanyut dalam imajinasi. Khayalan yang sungguh nyata membawa ku larut dalam impian.
               “Hai
Vita , asyik bener nih melukisnya, lihat dong. Pasti lagi gambar aku kan?
               “Hmm,, ngapain juga aku gambar kamu. Seperti gak ada objek lain aja yang lebih bagus.. hahahha..
Hmm kayaknya ditempat ini seru juga ya , sambil kita bercerita tentang teman-teman disekolah
***
Hari ini terasa cukup singkat. Membawa ku dalam canda tawa dan kerinduan. Aku dan Dinda segera pulang membawa kabar perih dan memandang dengan rasa tak percaya. Vita teringat akan lukisannya. Di dalam hatinya dia ingin menjual lukisan itu untuk biaya nya. Ia merasa iba melihat orang tuanya pergi bolak balik mencari uang dan harus berjualan demi memenuhi semua kebutuhan nya .
               “
Vita, ada apa denganmu?’ kejut Dinda
               “Tidak, kami harus pulang. Hari sudah mulai gelap nih”
               “ohh, ya. Besok mungkin aku sudah diperbolehkan pulang jika kondisiku stabil”
               “Cepat sembuh, ya”……
* * *
Di depan lukisannya, Vita duduk termenung sambil menulis di buku diarynya yang sempat ku lihat .
Malam ku sepi..
Tak sanggup ku mengungkapkan
Air mata membendung di kelopak mataku..
Walaupun aku tertawa, tapi aku tetap merasakan bila hati ini menangis melihat nya tersenyum.
Jika Engkau mengizinkan . Takkan ku biarkan ia terbelenggu…
Kamu_sahabat_Terbaikku

              
Ia simpan buku diarynya di tumpukkan buku pelajarannya. aku memikirkan solusi untuk membantu Vita . Ia meluangkan waktu untuk menggambar sebanyak-banyaknya untuk di jual tanpa sepengetahuan . Dinda yang baru dikenalnya juga turut membantu. Tak heran, ibunya Vita setiap hari selalu menyiapkan keperluanya. Malam semakin larut, Dinda yang juga tampak terlihat lelah memutuskan untuk menginap. Mereka terbaring di tempat tidur, namun tak ada salah satu dari mereka yang tertidur.mereka sama-sama ingin merencanakan sesuatu aku pun juga memikirkan nya

3 hari kemudian…

              
Aku,Vita dan Dinda sedang duduk – duduk ditaman dan vita merasa bosan dan Dinda kepikiran buat nyanyi dan langsung aja kita nyanyi bareng lagunya Peterpan
Waktu terasa semakin berlalu
Tinggalkan cerita tentang kita
Akan tiada lagi kini tawamu
Tuk hapuskan semua sepi di hati
Teringat di saat kita tertawa bersama
Ceritakan semua tentang kita

Ada cerita tentang aku dan dia
Dan kita bersama saat duu kala
Ada cerita tentang masa yang indah
Saat kita berduka saat kita tertawa

               Ketika lagunya selesai, tiba-tiba
kita semua terdiam sejenak. Suasana seperti di pemakaman, sepi, sunyi, hening, hanya hembusan angin yang terdengar. Vita membuka pembicaraan.
               “Dan aku baru ingat. Dulu ketika aku 
bersama kalian melewati hari-hari yang indah dan kita bermain bersama setiap sore .mendapatkan kejutan. Ketika pertama kali bertemu kalian , aku juga kagum atas sikapmu yang selalu memperdulikan teman-temanmu. Jika aku pergi nanti jangan lupakan “ Kata Vita
Aku juga sempat mengingat keceriaan kita waktu sd itu ketika bercerita lucu , menyanyi bersama , main bulu tangkis dan masih banyak lagi hal-hal yang tidak bisa aku lupakan disaat aku dan kamu bersama.
Betapa sangat kehilangan sekali jika kamu jauh dariku , betapa berharganya kamu bagiku yang selalu menasehatiku jika aku ada salah, dan kamu yang selalu ada disaat aku bahagia dan disaat aku terjatuh.
 Dan disaat kamu jauh dari ku aku sempat berfikir betapa berharganya seorang teman dekat yang ada di dekat ku selama ini , aku menganggap nya sudah seperti saudara ku sendiri . “Sahabat selalu ada bahkan melewati ruang dan waktu “

Ini adalah puisi yang biasa aku baca bersama vita , karna sebuah puisi ini aku simpan baik-baik dan aku catat dibuku diary ku.

Sahabatku impianku
Cita-citaku imajinasiku
Bukan hal yang salah memiliki mimpi
Bukan hal yang salah mempunyai tujuan
Tujuan seperti sinar
Kesana lah kita berlari
Dan untuk itu kita hidup
Tapi, terkadang sinarnya terlalu menyilaukan
Membuat kita sulit melihat
Sehingga tiba suatu saat kita harus sejenak berhenti
Untuk menghindari sinar yang ada pada kita sendiri

dan setelah menerima hasil kelulusan vita memutuskan untuk tidak sekolah di balikpapan dan aku merasa sedih banget, dan untung nya aku masih sempat memberikan kenang-kenangan buat dia yaitu sebuah kalung, dan dia menerimanya akhirnya dia pergi ke Samarinda untuk sekolah dan tinggal menetap disana. Setelah beberapa tahun kita bertemu lagi dia menyempatkan bertemu dan silaturahmi kerumahku waktu lebaran dan aku merasa senang dia masih mengingatku. Aku mengajak dia buat pergi kerumah sahabat kita diwaktu Sd ingin bersilaturahmi karna 2 tahun sudah tidak bertemu istilah nya temu kangen lah dan selesai itu kita membuat perjanjian, kalo kita tidak akan pernah berpisah walau keadaan yang memisahkan kita, yang penting kita selalu tetap berkomunikasi lewat handphone .
      
SELESAI ~

Tidak ada komentar: